Jamkesus Disabilitas Terpadu

PELAYANAN JAMKESUS DISABILITAS TERPADU 

Sistem Jaminan Kesehatan Khusus (Jamkesus) Disabilitas DIY diimplementasikan tahun 2013. Hasil evaluasi di tahun 2013 - 2015 menunjukkan kenyataan bahwa akses terhadap program ini masih jauh dari harapan. Panjangnya prosedur dan jauhnya jarak tempat pelayanan, menjadi penghambat besar bagi mobilitas penyandang disabilitas. 

Mengkaji dari permasalahan tersebut pada bulan November 2015 Pemda DIY  menggagas program layanan Jamkesus Disabilitas Terpadu untuk dapat memecahkan permasalahan dengan mendekatkan tempat pelayanan. Jamkesus Disabilitas Terpadu disamping sebagai penjangkauan untuk mendekatkan tempat layanan juga merupakan pelayanan dengan sifat One Stop Service artinya dengan sekali datang telah disediakan berbagai jenis pelayanan sekaligus sehingga akan memudahkan dan mempersingkat waktu pelayanan cukup dalam 1 (satu) hari. 

Program Jamkesus Disabilitas Terpadu merupakan  pertama kali di Indonesia dan pertama kali di uji coba di Kabupaten Kulonprogo tepatnya di Kecamatan Sentolo pada Bulan November tahun 2015 dan sampai dengan akhir tahun 2016 telah dilakukan sebanyak 19 kali kegiatan. 

Pelayanan dilaksanakan dengan berpindah=pindah di lokasi yang dinlai akses ke fasilitas kesehatan cukup jauh / sulit dan memiliki penduduk penyandang disabilitas cukup besar. Pelayanan dilaksanakan selama 1 - 2 hari dimulai dari jam 07,30 hingga 16.00. Pasien / pengunjung layanan adalah penyandang disabilitas di sekitar wilayah lokasi pelayanan dalam satu event berkisar antara 3-6 kecamatan. 

Pasien diberikan fasilitas antar jemput setelah sebelumnya didata  oleh TKSK, LSM, Pamong Desa/Dusun/RW dan Relawan. Fasilitas penjemputan menggunakan mobil, ambulan dan atau sepeda motor roda tiga yang disediakan oleh berbagai pihak yang membantu secara sukarela seperti Puskesmas, Penyedia ambulan gratis, Rumah Sakit, LSM, TNI/Polri, Perguruan Tinggi, Instansi Pemerintah dan lain sebagainya. 

Sementara untuk pelayanan disediakan oleh Dinas Sosial Prov / Kabupaten / Kota, Dinas Kesehatan Prov / Kabupaten / Kota, Bapel Jamkesos, Instansi Pemerintah (Dukcapil, Naker dll),  Dokter Keluarga, Dokter Spesialis Keluarga, Dokter Spesialis Rumah Sakit, Penyedia Alat Bantu, Balai rehabilitasi sosial dan vokasi terpadu, Relawan, perguruan tinggi, dan lain sebagainya. Pendampingan selama pelayanan dilaksanakan terutama oleh organisasi-organisasi penyandang disabilitas, TKSK, Puskesmas, relawan (Karangtaruna, Tagana, PMI, dll). 

 

LINGKUP PELAYANAN 

Lingkup pelayanan yang diberikan meliputi : 

  1. Pelayanan penerbitan surat keterangan tidak mampu dan rekomendasi untuk mendapatkan pelayanan jaminan 
  2. Pelayanan penerbitan surat penjaminan dari kantor Bapel  Jamkesos 
  3. Pelayanan kesehatan dasar dari para dokter keluarga mitra kerja Jamkesos 
  4. Pelayanan kesehatan spesialistik dari para dokter spesialis yang berasal dari berbagai rumah sakit  
  5. Pelayanan penyediaan / assesment alat bantu seperti kursi roda, ortosis, prostesis, low vision, walker, hearing aid dll 
  6. Pelayanan konsultasi alat bantu dan reparasi alat bantu fungsional 
  7. Pelayanan assesment untuk rehabiitasi terpadu dan pengembangan kapasitas / skill (vokasi) 
  8. Pelayanan administrasi kependudukan 
  9. Pelayanan update pendataan data penyandang disabilitas 

Disamping pelayanan sebagaimana disampaikan di atas terdapat fasilitasi lain yang diberikan dalam pelayanan Jamkesus Terpadu yaitu :

  • Antar jemput dari rumah menunju ke lokasi pelayanan oleh armada yang disediakan oleh bantuan sosial dan tenaga relawan
  • Pelayanan rujukan ke fasilitas pelayanan kesehatan lanjutan dengan ambulan jika diperlukan 
  • Pengiriman alat bantu yang telah siap ke tempat tinggal penyandang disabilitas
  • Pengiriman obat khusus oleh instalasi farmasi PRB ke rumah tinggal pasien 
  • Pelayanan bantuan sosial / kemanusiaan dari pemerintah maupun donor dalam berbagai bentuk 
  • Pelayanan pendukung lainnya (sesuai kebijakan kab/kota) seperti kependidikan, ketenagakerjaan, perindustrian dll 

Seluruh pelayanan tersebut tidak dipungut biaya. Penganggaran kegiatan merupakan kolaborasi dari berbagai sumber baik di sektor pemerintah seperti Bapel Jamkesos, Dinas Sosial, DInas Kesehatan, Organisasi Penyandang Disabilitas, Relawan, Bantuan dari berbagai pihak termasuk CSR.

 

SYARAT DAN KETENTUAN 

Persyaratan mendapatkan pelayanan Jamkesus Penyandang Disabilitas meliputi : 

  1. Penyandang Disabilitas 
  2. Penduduk DIY 
  3. Memiliki keterangan identitas penerima manfaat jaminan yaitu
    • Kartu Jamkesus yang masih berlaku, atau 
    • mendapatkan rekomendasi Dinas Sosial Kabupaten / Kota, atau lembaga lain yang ditugas
  4. Persyaratan
    • Membawa Fotocopy KTP/KK/Akta lahir sebanyak 5x 
    • Membawa keterangan miskin dari kelurahan/RT/RW sebagai tambahan 
    • Menyampaikan informasi atau mendaftarkan kepada PSM/TKSK atau Dinsos Kab/kota atau kepada Organisasi Penyandang Disabilitas atau Relawan setempat untuk keikutsertaan dalam pelayanan.

 

PROSEDUR PELAYANAN 

 


Balai Penyelenggara Jaminan Kesehatan Sosial (Bapel Jamkesos)  Daerah  Istimewa  Yogyakarta  adalah Unit Pelaksana  Teknis  Dinas Kesehatan  Daerah  Istimewa Yogyakarta  (DIY)  yang  bertugas menyelenggarakan kegiatan jaminan kesehatan bagi  masyarakat  DIY.

STATISTIK PENGUNJUNG

Hari Ini2
Kemarin51
Bulan Ini723
Total16234