Halaman Detail Berita

PERKEMBANGAN AKSES JAMINAN PENYANGGA BAPEL JAMKESOS 2016- 2019
Sabtu, 14 Maret 2020    Berita

Perkembangan jamian penyangga di Bapel Jamkesos Daerah Istimewa Yogyakarta sangat dinamis. Akses antar kabupaten/kota dari tahun 2017-2019 sangat dinamis. Dinamika sangat dipengaruhi oleh berlakunya kebijakan JKN dan kebijakan antar wilayah Kabupaten mengingat bahwa jaminan penyangga merupakan metode penutup atas kondisi permasalahan kelompok penududk miskin/marginal yang belum dapat mengakses JKN. Permasalahan yang paling menonjol dapat ditinjau dari tingginya akses penduduk miskin DIY yang mengalami sakit namun belum dapat mengakses JKN.

Tingginya akses kelompok ini tidak terlepas dari permasalahan data kepesertaan JKN yang masih terus dalam proses disempurnakan. Proses ini dalam perjalanannya menyisakan masalah tersebut. Komitmen terus dibangun untuk menyempurnakan data melalui proses verifikasi dan validasi data kemiskinan di daerah melalui sistem DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial). Pemerintah DIY tetap berkontribusi kedalam JKN sebagai komplemen dalam memberikan jaminan kesehatan kepada masyarakat yang membutuhkan perawatan di Pemberi Pelayanan Kesehatan (PPK) namun tidak ada kemampuan untuk membayarnya, namun tetap mendorong masyarakat yang mampu untuk bergotong royong dalam arti mengikutsertakan dengan mendaftarkan sebagai peserta Mandiri sesuai kemampuannya finansialnya.

Jumlah akses paling banyak barasal dari Kabupaten Bantul disusul oleh Kabupaten Sleman.  Akses dari Kota Yogyakarta banyak didominasi oleh kunjungan dari penghuni panti sosial yang banyak beroperasi di wilayah ini. Akses dari Kabupaten Gunungkidul terlihat paling sedikit dibandingkan dengan kabupaten lain, hal ini dimungkinkan karena tingginya kontribusi PBI APBD terhadap JKN, jauhnya jarak akses, dan belum tersedianya sistem online menyebabkan beberapa kendala akses tersebut. Kondisi yang sama terjadi untuk Kulonprogo, namun dengan pemberlakuan sistem online di tahun 2018, aksesibilitas di kabupaten ini mulai mengalami perbaikan. Direncanakan sistem online di tahun 2020 dapat menjangkau minimal 2 kabupaten lain yaitu Gunungkidul dan Bantul.

TREN PENURUNAN AKSES JAMINAN PENYANGGA 2016-2019

Hasil pemantauan menunjukkan terjadi tren penurunan yang sangat signifikan dalam 4 tahun terakhir. Hal ini tidak terlepas dari pergerakan kebijakan di daerah. Tahun 2016-2017 akses terlihat sangat tinggi dikarenakan pada tahun tersebut terjadi penutupan Jamkesda di hampir seluruh Kabupaten yang menyebabkan perpindahan sementara ke jaminan penyangga Bapel Jamkesos. Memasuki periode tahun 2018-2019, program PBI-JKN dengan biaya APBD  telah memberikan efek berupa banyaknya penduduk miskin yang akhirnya dapat masuk daftar JKN. Dampak lanjutnya terlihat sebagai penurunan akses masyarakat miskin terhadap Jaminan Penyangga, dan hal ini merupakan indikasi positif dari perkembangan JKN di DIY secara keseluruhan.  

BY.AS

 

 


Dokumen : Download 1 Download 2

Sumber: DATA MATA SUPER