Halaman Detail Berita

ONE STOP SERVICE BAGI PENYANDANG DISABILITAS (JAMKESUS TERPADU)
Kamis, 06 Juli 2017    Berita

Disabilitas dan pandangan masyarakat menjadi topik penting dalam perkembangan dunia modern saat ini, terutama dalam rangka pemenuhan hak mereka untuk bisa menikmati hidup layaknya yang didapat oleh manusia normal. Tidak bisa kita pungkiri bahwa terdapat beberapa bidang yang bersedia memberikan ruang bagi penyandang disabilitas (dulu orang menyebut sebagai penyandang cacat) untuk menunjukkan eksistensi diri.

Permasalahan pemenuhan kebutuhan dasar menjadi krusial mengingat bahwa kelompok ini memiliki risiko lebih berat dibandingkan penduduk lainnya. Keterbatasan yang dimiliki menyebabkan risiko kesehatan menjadi lebih tinggi yang juga didorong faktor akses serta keterbatasan ekonomi dan stigma di sebagian masyarakat. Pemenuhan hak dasar penyandang disabilitas saat ini semakin jelas dengan telah ditetapkannya UU Nomor 8 Tahun 2016, dan Perda DIY Nomor 4 Tahun 2012 .

Guna meningkatkan kemudahan akses layanan, disamping prosedur layanan konvensional, telah dikembangkan sistem one stop service yang memadukan layanan-layanan administrasi jaminan, medis, kepesertaan, sosial, informasi, dan sekaligus assesment kebutuhan alat dalam satu tempat dan waktu yang sama dengan menghadirkan semua unit layanan. Sistem ini selanjuntnya ditetapkan dengan nama Pelayanan Jamkesus Penyandang Disabilitas Terpadu. Pelayanan tersebut merupakan implementasi dari Perda DIY Nomor 4 Tahun 2012 dan UU Nomor 8 Tahun tentang Pemenuhan Hak Kaum Disabilitas.

Melalui pendekatan ini diharapkan dapat memangkas dan mengefisiensikan waktu, tenaga dan sumberdaya para Penyandang Disabilitas. Sebagaimana disampaikan oleh perwakilan Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization) urusan disabilitas, bahwa gagasan progam layanan terpadu bagi Penyandang Disabilitas merupakan inovasi yang baru pertama kalinya di Indonesia dan diharapkan program-program serupa dapat tumbuh di berbagai daerah lain di Indonesia dan juga dunia.

Tahun 2017 memasuki tahun kedua pelaksanaan Pelayanan Jamkesus Penyandang Disabilitas Terpadu sejak pertamakali diuji cobakan pada Bulan November tahun 2015 di Kecamatan Sentolo Kabupaten Kulonprogo. Pemerintah DIY bersama Pemerintah Kabupaten / KOta mencanangkan pelaksanaan pelayanan terpadu 10 kali dalam setiap tahun dengan target dalam setiap kali kegiatan sebanyak 1000 pasien penyandang disabilitas per tahun dan alat bantu yang bisa disalurkan mencapai 300-400 alat per tahun. Target tersebut telah jauh terlampaui di tahun 2016 dengan 3.425 pasien dalam satu tahun dan 874 alat bantu. 

Kegiatan pertama di tahun 2017 dilaksanakan pada tanggal 14 Februari 2017 dengan mengambil tempat Balai Desa Tirtomartani Kecamatan Kalasa. Pelaksanaan kegiatan ini merupakan pembuka di tahun 2017 dan merupakan yang ke lima kalinya untuk Kabupaten Sleman sejak pertama kali dicanangkan. Kegiatan yang dibuka lansung oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sleman dan dihadiri tamu dari berbagai lembaga termasuk Presiden Rotary Club Indonesia ini, mendapat tanggapan antusiasme luar biasa yang ditunjukkan dari kehadiran Penyandang Disabilitas yang jauh melampaui target. Jumlah peserta yang hadir dalam kesempatan tersebut mencapai 235 orang hanya dalam satu hari pelayanan. Kegiatan pertama ini terasa lebih istimewa lagi karena merupakan kegiatan yang operasionalnya didanai penuh oleh Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Swasta bersama Rotary Club Indonesia. Rotary Club secara keseluruhan telah memberikan dukungan sebanyak 3 kali dalam pelaksanaan Jamkesus Terpadu selama tahun 2016 hingga Mei 2017.

Kegiatan kedua di tahun 2017 diadakan pada tanggal 19 April 2017, merupakan pelaksanaan pelayanan yang ke enam di Kabupaten Sleman bertempat di RSA UGM. Kerjasama kegiatan dengan RSA UGM merupakan untuk yang ke dua kalinya setelah sebelumnya dilaksanakan di tahun 2016. Fasilitasi luar biasa yang diberikan oleh pihak Rumah Sakit menjadikan proses pelayanan menjadikan seluruh penyelenggaraan dapat berjalan dengan lancar dan cukup nyaman. Seperti halnya dalam acara pertama di tahun 2017, antusiasme masyarakat penyandang disabilitas juga terlihat sangat tinggi yang terlihat dari tingkat kehadiran yang jauh melampaui target yaitu 193 penyandang disabilitas. Kegiatan yang telah ditinjau oleh Wakil Bupati Sleman ini, juga telah banyak menarik perhatian dari berbagai kalangan yang berkeinginan melihat dan mempelajari proses pelaksanaan kegiatan diantaranya beberapa tamu istimewa dari Provinsi dan Kabupaten di luar DIY.

Acara yang ketiga diadakan tanggal 23-24 Mei 2017 merupakan pelaksanaan pelayanan terpadu jaminan kesehatan khusus yang ke tujuh di Kabupaten Bantul sejak pertama kali dicanangkan di DIY. Kegiatan dilaksanakan dengan mengambil tempat BRTPD Pundong, sebagaimana di tahun 2016 pertama kali pelaksanaan di Kabupaten Bantul juga dilaksanakan di tempat ini. Sebagaimana dalam pelaksanaan kegiatan sebelumnya, dukungan sangat besar diberikan oleh berbagai stakeholders.

Pelaksanaan kegiatan pertama untuk tahun 2017 di Kabupaten Bantul ini terasa sangat istimewa karena merupakan kegiatan yang pertama kalinya dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten / Kota. Anggaran oeprasional pelayanan diperoleh dari Anggaran APBD Kabupaten Bantul tahun 2017. Komitmen penggangagran Pemerintah Kabupaten Bantul tersebut juga didasari oleh dengan telah diterbitkannya Peraturan Daerah setempat terkait penyandang disabilitas. Anggaran penyelenggaraan Jamkesus Disabilitas Terpadu di Kabupaten Bantul tahun 2017 direncanakan untuk sejumlah 4 kali kegiatan. Pembagian wilayah sebagaimana disampaikan Dinas Sosial akan menyasar seluruh wilayah Kecamatan dengan mengambil titik layanan di timur, tengah, barat dan khusus untuk Kecamatan Dlingo dilaksanakan secara terpisah karena karakteristik geografisnya.

Kegiatan yang dihadiri oleh Bupati Bantul dan para pejabat tinggi di lingkungan Pemkab Bantul tersebut, terasa lebih istimewa karena sudah memadukan dengan layanan tambahan berupa pendaftaran Program Preventif TORCH. Program tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari Jamkesus Disabilitas Terpadu karena sangat terkait dalam upaya preventif perlindungan janin dari kerusakan (kecacatan) dan kematian akibat penyakit yang ditimbulkan oleh TORCH (Tokso, Others, Rubela, Cytomegalo, Herpes). program ini berlaku untuk ibu penduduk Bantul dengan umur di maksimal 36 tahun dengan kriteria penyandang diabilitas atau memiliki anak penyandang disabilitas atau pernah mengalami keguguran.

Pelaksanaan pelayanan Preventif Torch di dalam kesempatan ini disamping untuk seleksi, bagi yang lolos akan langsung dilakukan pengambilan darah untuk pemeriksaan laboratorium. Hasil pemeriksaan laboratorium selanjutnya akan dikonsultasikan dengan dokter spesialis di berbagai rumah sakit terdekat dan jika dinyatakan perlu untuk dilakukan terapi maka akan diberikan terapi sesuai ketentuan yang berlaku. Keseluruhannya berada dalam sistem jaminan yang didanai dari pemerintah daerah.

Peran serta berbagai pihak di bawah koordinasi Dinas Sosial Kabupaten/Kota bersama TKSK, Dinas Kesehatan Kabupaten/kota melalui Puskesmas serta berbagai Organisasi Penyandang Disabiltas dan relawan baik secara lembaga maupun perorangan menjadi kunci sukses dalam menghadirkan penyandang disabilitas dalam acara tersebut. Lebih lanjut, peran serta aktif mitra Bapel Jamkesos seperti Dokter keluarga Spesialis, Dokter keluarga, Balai Rehabilitasi terpadu Penyandang DIsabilitas, Puskesmas, Rumah sakit, Penyedia Alat bantu (UCP-RUK, Pusat Rehabilitasi Yakkum, APOC, IROPIN/GAKOPIN, Audiotone, Margo Mulyo, dll) menjadi bagian utama dalam pemberian pelayanan yang tak terpisahkan dari upaya pemenuhan hak penyandang disabilitas.

 

 

 

DAFTAR STAKEHOLDER

PELAYANAN JAMKESUS TERPADU DISABILITAS

I. KABUPATEN SLEMAN, 14 FEBRUARI 2017, BALAI DESA TIRTOMARTANI- KALASAN

  1. Pengarah
    • Dinas Sosial DIY
    • Dinas Kesehatan DIY
    • Dinas Sosial Kabupaten Sleman
    • Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman
    • Puskesmas Berbah, Kalasan, Prambanan, Depok I, Depok II, Ngemplak I, Ngemplak II
    • Kecamatan Berbah, Kalasan, Tirtomartani, Prambanan, Depok, Ngemplak
    • Komite Disabilitas DIY
    • PPDI DIY dan Kabupaten Sleman
    • Bapel Jamkesos Dinkes DIY
    • BRTP Dinas Sosial DIY
    • UCP-RUK
    • Pusat Rehabilitasi Yakkum
  2. Pelayanan
  3. Tim Spesialis KFR
  4. Tim Spesialis Mata
  5. Tim Dokter Keluarga dan Dokter Peserta Pelatihan KFR
  6. Tim Assesment Vital Sign Jamkesos - BRTPD Dinsos
  7. Tim Rehabilitasi Sosial dan Vokasional BRTPD Dinsos
  8. Tim Alat Bantu (YAKKUM, UCP-RUK, RS.Mata YAP, Margo Mulyo, Audiotone)
  9. Tim Pendataan dan Rekomendasi Jaminan Dinsos Kab. Sleman
  10. Tim Penjaminan Bapel Jamkesos DIY
  11. Tim Pelayanan Manajemen Medik Bapel Jamkesos
  12. Tim Diklat Bapelkes DIY
  13. TKSK dan PSM Kecamatan Berbah, Kalasan, Prambanan, Depok, Ngemplak
  14. PPDI Kabupaten Sleman dan OPD di luar PPDI
  15. Relawan Indonesia dan Karang Taruna Ngaglik
  16. Ambulan IZI - PKPU DIY
  17. Ambulan 118 Dinas Kesehatan 
  18. Ambulan RSIY PDHI Kalasan
  19. Ambulan RS Bhayangkara Polda DIY
  20. Ambulan RS Panti Rini
  21. Ambulan RS Puri Husada
  22. Ambulan RSUD Prambanan
  23. Ambulan Laskar Sedekah
  24. Ambulan Puskesmas Berbah, Kalasan, Prambanan, Depok I, Depok II, Ngemplak I, Ngemplak II
  25. Kendaraan antar jemput pasien Dinas Sosial Kab.Sleman
  26. Rotary Club Tugu
  27. Pemerintah Desa Tirtomartani
  28. Dinas Sosial Kabupaten Sleman
  29. RSIY PDHI
  30. RS Panti Rini
  31. Bapel Jamkesos Dinkes DIY
  32. UCP-RUK
  33. RS Mata YAP
  34. YAKKUM
  35. Rotary Club Indonesia
  36. BPR Chandra Mukti Artha
  37. Bapel Jamkesos Dinkes DIY
  38. Pemerintah Desa Tirtomartani
  39. PPDI Kabupaten Sleman
  40. Rotary Club Tugu
  41. Dinas Sosial Kabupaten Sleman
  42. IZI-PKPU DIY
  43. Laskar Sedekah
  44. Dinas Kesehatan DIY
  45. RS (PDHI, Panti Rini, Bhayangkara, Puri Husada, Prambanan)
  46. Puskesmas Berbah, Kalasan, Prambanan, Depok I, Depok II, Ngemplak I, Ngemplak II
  47. Bapel Jamkesos Dinkes DIY
  48. Mobilisasi dan Pendampingan
  49. Sarana Prasarana
  50. Dukungan Anggaran Operasional Pelayanan
  51. Dukungan Anggaran Mobilisasi

 

II. KABUPATEN SLEMAN, 19 APRIL 2017, RUMAH SAKIT AKADEMIK UGM MLATI 

  1. Pengarah
    • Dinas Sosial DIY
    • Dinas Kesehatan DIY
    • Dinas Sosial Kabupaten Sleman
    • Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman
    • Puskesmas Mlati I, Mlati II, Seyegan, Sleman, Tempel I, Tempel II, Turi
    • Kecamatan Mlati, Seyegan, Sleman Tempel, Turi
    • Komite Disabilitas DIY
    • PPDI DIY dan Kabupaten Sleman
    • Bapel Jamkesos Dinkes DIY
    • BRTP Dinas Sosial DIY
    • UCP-RUK
    • Pusat Rehabilitasi Yakkum
  2. Pelayanan
  3. Tim Spesialis KFR
  4. Tim Spesialis Mata
  5. Tim Dokter Keluarga
  6. Tim Assesment Vital Sign Jamkesos - BRTPD Dinsos
  7. Tim Rehabilitasi Sosial dan Vokasional BRTPD Dinsos
  8. Tim Alat Bantu (YAKKUM, UCP-RUK, RS.Mata YAP, Margo Mulyo, Audiotone)
  9. Tim Pendataan dan Rekomendasi Jaminan Dinsos Kab. Sleman
  10. Tim Penjaminan Bapel Jamkesos DIY
  11. Tim Pelayanan Manajemen Medik Bapel Jamkesos
  12. TKSK dan PSM Kecamatan Mlati, Seyegan, Sleman Tempel, Turi
  13. PPDI Kabupaten Sleman dan OPD di luar PPDI (SABDA)
  14. Relawan Indonesia dan Karang Taruna Ngaglik
  15. Ambulan IZI - PKPU DIY
  16. Ambulan 118 Dinas Kesehatan 
  17. Ambulan RSUD Sleman
  18. Ambulan RSA UGM
  19. Ambulan PMI Kabupaten Sleman
  20. Ambulan Puskesmas Mlati I, Mlati II, Seyegan, Sleman, Tempel I, Tempel II, Turi
  21. Kendaraan antar jemput pasien Bapel Jamkesos
  22. Kendaraan antar jemput pasien Dinas Sosial Kab.Sleman
  23. RSA UGM
  24. Bapel Jamkesos Dinkes DIY
  25. Dinas Sosial Kabupaten Sleman
  26. UCP-RUK
  27. RS Mata YAP
  28. YAKKUM
  29. Rotary Club Tugu
  30. Bapel Jamkesos (APBD DIY)
  31. RSA UGM
  32. Rotary Club Tugu
  33. PPDI Kabupaten Sleman
  34. Dinas Sosial Kabupaten Sleman
  35. IZI-PKPU DIY
  36. Dinas Kesehatan DIY
  37. RSUD Sleman
  38. PMI Kabupaten Sleman
  39. Puskesmas Mlati I, Mlati II, Seyegan, Sleman, Tempel I, Tempel II, Turi
  40. Bapel Jamkesos Dinkes DIY
  41. Mobilisasi dan Pendampingan
  42. Sarana Prasarana
  43. Dukungan Anggaran Operasional Pelayanan
  44. Dukungan Anggaran Mobilisasi

 

III. KABUPATEN BANTUL, 23-24 MEI 2017, BRTPD DINAS SOSIAL DIY, PIRING-PUNDONG

  1. Pengarah
    • Dinas Sosial DIY
    • Dinas Kesehatan DIY
    • Dinas Sosial Kabupaten Bantul
    • Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul
    • Puskesmas Kretek, Pundong, Bambanglipuro, Jetis I, Jetis II, Pleret, Pandak I, Pandak II, Imogiri I, Imogiri II
    • Kecamatan Kretek, Pundong, Bambanglipuro, Jetis, Pleret, Pandak, Imogiri
    • Komite Disabilitas DIY
    • PPDI DIY dan FPDB
    • Bapel Jamkesos Dinkes DIY
    • BRTP Dinas Sosial DIY
    • UCP-RUK
    • Pusat Rehabilitasi Yakkum
  2. Pelayanan
  3. Tim Spesialis KFR
  4. Tim Spesialis Mata
  5. Tim Dokter Keluarga
  6. Tim Assesment Vital Sign Jamkesos - BRTPD Dinsos
  7. Tim Rehabilitasi Sosial dan Vokasional BRTPD Dinsos
  8. Tim Alat Bantu (YAKKUM, UCP-RUK, RS.Mata YAP, Margo Mulyo, Audiotone)
  9. Tim Pendataan dan Rekomendasi Jaminan Dinsos Kab. Bantul
  10. Tim Penjaminan Bapel Jamkesos DIY
  11. Tim Pelayanan Manajemen Medik Bapel Jamkesos
  12. TKSK dan PSM Kecamatan Kretek, Pundong, Bambanglipuro, Jetis, Pleret, Pandak, Imogiri
  13. FPDB Kabupaten Bantul dan OPD di luar PPDI (SABDA)
  14. Ambulan RSUD Panembahan Senopati
  15. Ambulan RS Rajawali Citra
  16. Ambulan 118 Dinas Kesehatan 
  17. Ambulan PMI Kabupaten Bantul
  18. Ambulan Puskesmas Kretek, Pundong, Bambanglipuro, Jetis I, Jetis II, Pleret, Pandak I, Pandak II, Imogiri I, Imogiri II
  19. Kendaraan antar jemput pasien Bapel Jamkesos
  20. Kendaraan antar jemput pasien Dinas Sosial Kab.Bantul
  21. Bapel Jamkesos Dinkes DIY
  22. Dinas Sosial Kabupaten Bantul
  23. UCP-RUK
  24. RS Mata YAP
  25. YAKKUM
  26. Puskesmas Bambanglipuro
  27. Rotary Club Tugu
  28. Dinas Sosial Kabupaten Bantul (APBD Bantul)
  29. Pemerintah DIY (APBD DIY)
  30. Rotary Club Tugu
  31. Dinas Sosial Kabupaten Bantul
  32. Dinas Kesehatan DIY
  33. RSUD Penembahan Senopati
  34. PMI Kabupaten Bantul
  35. Puskesmas Kretek, Pundong, Bambanglipuro, Jetis I, Jetis II, Pleret, Pandak I, Pandak II, Imogiri I, Imogiri II
  36. Bapel Jamkesos Dinkes DIY
  37. Mobilisasi dan Pendampingan
  38. Sarana Prasarana
  39. Dukungan Anggaran Operasional Pelayanan
  40. Dukungan Anggaran Mobilisasi

Dokumen :

Sumber: Jamkesos (Rk-gs)

Balai Penyelenggara Jaminan Kesehatan Sosial (Bapel Jamkesos)  Daerah  Istimewa  Yogyakarta  adalah Unit Pelaksana  Teknis  Dinas Kesehatan  Daerah  Istimewa Yogyakarta  (DIY)  yang  bertugas menyelenggarakan kegiatan jaminan kesehatan bagi  masyarakat  DIY.

STATISTIK PENGUNJUNG

Hari Ini20
Kemarin20
Bulan Ini518
Total5211