Halaman Detail Artikel

JAMKES PREVENTIF TORCH INOVASI BARU DIY
Kamis, 06 Juli 2017    Artikel

Istilah TORCH kiranya tidak asing di kalangan masyarakat. Fenomena lahirnya bayi dengan disabilitas kongenital pun menjadi perhatian khusus yang seringkali dikaitkan dengan keberadaan penyakit tersebut. TORCH sendiri merupakan akronim penyakit, yang terdiri dari Toxoplasmosis, Others disease, Rubella, Cytomegalovirus, dan Herpes Simplex. Seluruh virus penyebab penyakit tersebut dapat berakibat fatal bagi perkembangan janin apabila terinfesikan pada ibu hamil.

Berdasarkan data medis yang dihimpun, kasus ibu yang terinfeksi TORCH mengalami gangguan kehamilan dan bahkan terjadi kelahiran bayi dengan disabilitas, seperti katarak mata, tuli, hypoplasia, BBLR, hepatitis, meningitis, radang iris mata, dan kelainan lain (Sarwono, 2007). Penyakit ini merupakan penyakit infeksi yang sangat mudah dijumpai di masyarakat dikarenakan parasit penyebab penyakit dapat berkembang optimal di wilayah negara tropis.

Prevalensi TORCH di DIY mencapai 61,5% di tahun 2010. Angka tersebut dinilai cukup tinggi, sehingga diperlukan penanganan dan kebijakan terkait pengendalian perkembangan sumber infeksi tersebut, baik secara promotif maupun preventif.

Berawal dari kondisi tersebut, Dinas Kesehatan DIY melalui UPTD Bapel Jamkesos DIY bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota wilayah DIY menginisiasikan diselenggarakannya jaminan kesehatan preventif TORCH. Program ini bertujuan untuk secara signifikan mengetahui dan mencegah sejak dini terjadinya kondisi disabilitas kongenital. Secara khusus, jaminan kesehatan ini diperuntukkan bagi ibu yang berasal dari keluarga miskin dan/atau ibu yang memiliki faktor risiko TORCH. Pemerintah DIY telah mengalokasikan anggaran Jaminan Kesehatan Preventif TORCH guna skrining faktor risiko dan laboratorium TORCH, konsultasi dengan Dokter Spesialis Obstetri Ginekologi, pengobatan, dan pemeriksaan laboratorium pasca pengobatan. Pelayanan Jaminan Kesehatan Preventif TORCH pada dasarnya dapat dilaksanakan secara reguler dan terpadu.

Pelayanan reguler dilaksanakan secara mandiri oleh klien, dimulai dari pendaftaran dan pooling data di Bapel Jamkesos DIY, skrining oleh PPK 1, otorisasi dan penjelasan mekanisme jaminan kesehatan TORCH oleh Bapel Jamkesos DIY, pemeriksaan laboratorium dan konsultasi dokter Sp.OG di Rumah Sakit, pengobatan, dan pemeriksaan laboratorium pasca pengobatan.

Gambar 1. Alur Pelayanan Jaminan Kesehatan Preventif TORCH Reguler

Pelayanan terpadu dilaksanakan di satu lokasi mulai pendaftaran, verifikasi administrasi, skrining oleh Dokter Keluarga, otorisasi dan penjelasan mekanisme jaminan kesehatan, dan pengambilan spesimen guna pemeriksaan laboratorium. Namun, proses selanjutnya dilaksanakan secara mandiri oleh klien di PPK Strata 2 dan/atau 3.

Gambar 2. Alur Pelayanan Jaminan Kesehatan Preventif TORCH Terpadu

 

Mencegah lebih baik daripada mengobati bukan?

Info lebih lanjut hubungi Bapel Jamkesos DIY.


Dokumen :

Sumber: Jamkesos (Rn-gs)

Balai Penyelenggara Jaminan Kesehatan Sosial (Bapel Jamkesos)  Daerah  Istimewa  Yogyakarta  adalah Unit Pelaksana  Teknis  Dinas Kesehatan  Daerah  Istimewa Yogyakarta  (DIY)  yang  bertugas menyelenggarakan kegiatan jaminan kesehatan bagi  masyarakat  DIY.

STATISTIK PENGUNJUNG

Hari Ini8
Kemarin51
Bulan Ini704
Total7747