SEJARAH SINGKAT 

Pemerintah DIY pada tahun 2002 telah menetapkan regulasi yang mencantumkan keberadaan unit penyelenggara jaminan kesehatan di DIY jauh mendahului kelahiran JKN. Regulasi tersebut yang selanjutnya menjadi cikal bakal awal terbentuknya unit Balai Penyelenggara Jaminan Kesehatan Sosial (Bapel Jamkesos DIY).  Regulasi tersebut secara periodik diperbaharui dan terbaru sebagaimana tercantum di dalam Peraturan Gubernur nomor 87 tahun 2018 tentang susunan organisasi, uraian tugas fungsi serta tatakerja unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan.

Program layanan Bapel Jamkesos pada awal pendiriannya didisain khusus untuk jaminan bagi keluarga miskin yang preminya dibayarkan oleh Pemda DIY. Pada tahapan selanjutnya telah mulai dikembangkan jenis sumber pendapatan lain dengan sumber premi dana masyarakat (mandiri), Coordinaton of benefit (COB) dengan sumber dari pemerintah Kabupaten / kota dan provinsi, investasi, dan jasa layanan. Program mandiri yang dkembangkan merupakan program jaminan kesehatan yang dibayar masyarakat untuk paket manfaat layanan kuratif umum. Program tersebut mulai diimplementasikan di tahun 2012 namun dalam perkembangannya mengalami stagnasi karena bebenturan dengan program sejensi dari JKN Mandiri (2014). Sementara investasi terkendala oleh status BLUD yang belum mencapai pendapatan mencukupi dan ketentuan pengelolaan sumber pendapatan APBD yang tidak dapat diberlakukan sebagai pendapatan murni. Pendapatan bersumber COB Kab/kota mengalami permasalahan teknis yang menyebabkan program ini tidak dapat berjalan sesuai harapan.

Tujuan penyelenggaran jaminan kesehatan tidak terlepas dari fakta sakit bisa datang kapanpun, seseorang bisa mengalami sakit ketika berpenghasilan cukup namun juga bisa ketika tidak memiliki penghasilan atau saat penghasilan mulai menurun. Pemerintah telah menetapkan UU 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN).Pemerintah DIY telah mendahului dengan mengimplementasikannya pada tahun 2002 dalam bentuk regulasi Bapel Jaminan Kesehatan Sosial (Bapel Jamkesos DIY). Regulasi tersebut secara periodik diperbaharui dan terbaru sebagaimana tercantum di dalam Peraturan Gubernur nomor 87 tahun 2018 tentang susunan organisasi, uraian tugas fungsi serta tatakerja unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan.

Sebagai regulasi turunannya telah ditetapkan berbagai Peraturan Gubernur pendukung Bapel Jamkesos dan pembaharuan paling akhir adalah Peraturan Gubernur nomor 63 tahun 2016 tentang Sistem Jaminan Kesehatan Semesta, Peraturan Gubernur nomor 50 / 2017 tentang Jaminan Kesehatan Khusus Disabilitas, Peraturan Gubernur nomor 51 / 2017 tentang Alat Bantu Kesehatan, Peraturan Gubernur nomor 21 / 2018 tentang Standar Biaya Pelayanan Bapel Jamkesos. 

Tantangan terbaru dalam pengembangan selanjutnya adalah munculnya kebijakan JKN. Tantangan tersebut dapat diselesaikan dengan melakukan redesign sebagai bentuk implementasi Bapel Jamkesos dalam integrasi JKN. Integrasi saat ini telah tersusun dalam roadmaping sistem Jaminan Kesehatan Semesta 2010-2020 dengan menempatkan program Bapel Jamkesos sebagai pendamping JKN melalui program-program komplemen dan suplemen JKN.

Reposisi mendorong perubahan besar dimulai dari penghapusan program Jamkes PBI (Penerima Bantuan Iuran) Jamkesos di tahun 2018, pengembangan produk Jamkes Penyangga/Buffer, pengembangan produk layanan Jamkes Preventif dan Rehabilitatif serta layanan khusus seperti Jamkesus Disabilitas, Rawan Kesehatan dan Usia Lanjut.  Program Mandiri dikembangkan untuk melengkapi produk jamkes mandiri JKN diantaraya mandiri bertahap, khusus, preventifrehabilitatifdan lain sebagainya.

Re-Design Bapel Jamkesos tahun 2014-2015 mendorong perubahan besar dalam mainstream Bapel Jamkesos. Program-program mengalami perubahan besar dimulai dari penghapusan program Jamkes PBI (Penerima Bantuan Iuran) Jamkesos di tahun 2017, pengembangan produk Jamkes Penyangga/Buffer, pengembangan produk layanan Jamkes Preventif dan Rehabilitatif serta pengembangan jenis produk layanan Khusus seperti Jamkesus Disabilitas.  Program Mandiri juga pada akhinya dikembangkan dengan varian yang berbeda yang mendasarkan kepada hasil kajian kebutuhan masyarakat DIY.

Efek redesign telah menyebabkan meningkatkan jenis program layanan di Bapel Jamkesos dari semula 8 jenis layanan menjadi 21 di tahun 2016 dan akan dikembangkan hingga mencapai 27 layanan di tahun 2022. Penerima layanan secara umum terdiri dari dua kelompok yaitu masyarakat penerima manfaat jaminan (preventif, kuratif, rehabilitatif) dan mitra pelayanan jaminan kesehatan (fasilitas kesehatan, penyedia alat bantu, fasilitas pendukung pelayanan kesehatan).

 

VISI MISI STRATEGI 

Bapel Jamkesos sebagai bagian dari unit pelaksana teknis di Dinas Kesehatan DIY memiliki peran besar dalam mewujudkan jaminan bagi seluruh penduduk. Penyelenggaraan jaminan kesehatan yang dimaksud adalah jaminan kesehatan yang dilaksanakan secara paripurna dari mulai preventif, promotif, kuratif dan rehabilitatif. Filosofi yang menjadi arah bagi organisasi Bapel Jamkesos adalah 

 

VISI

 

Mewujudkan Jaminan Kesehatan Semesta 

Paripurna yang Berkelanjutan (draft)

 

MISI

 

1. Pendampingan Kesemestaan Jaminan di DIY 

2. Pengembangan Jaminan Komplemen JKN di DIY 

 

 

SASARAN 

 

1. Peningkatan Kualitas Pelayanan Jaminan Penyangga 

2. Peningkatan Manfaat Jaminan Komplemen JKN 

 

STRATEGI 

 

1. Manajemen layanan yang mampu menjamin 

a. Ketepatan Sasaran

b. Kemudahan dan Kecepatan 

c. Komunikasi Dua Arah 

d. Jejaring yang Sinergis

 

2. Manfaat Komplemen mendukung upaya 

a. Penurunan permasalahan kesehatan prioritas 

b. Pengembangan kesehatan kelompok khusus 

 

 

ACTION PLAN 

 

1. Peningkatan Kualitas Pelayanan Jaminan Penyangga 

1.a. Standarisasi layanan penjaminan, informasi dan pengaduan  

1.b. Perluasan dan penguatan koordinasi dan pengendalian mutu 

1.c. Integrasi Sistem Surveilans Jaminan Kesehatan 

1.d. Maksimalisasi Pemanfaatan Teknologi Informasi 

 

2. Pengembangan Jaminan Komplemen JKN

2.b. Jaminan Kesehatan Preventif 

2.c. Jaminan Kesehatan Rehabilitatif  

2.d. Jaminan Kesehatan Khusus (Disabilitas & Long Term Care Lanjut Usia) 

 

 

 

INTEGRATED CIRCLE