Halaman Detail Artikel

PENGEMBANGAN POSBINDU DISABILITAS
Kamis, 06 Juli 2017    Artikel

Pembangunan kesehatan di DIY diarahkan pada ‘Keistimewaan’ inovasi konsep pembangunan kesehatan. Salah satunya dengan pengembangan konsep ‘Kesehatan Keluarga’ PISKESGA. Bapel Jamkesos DIY merujuk pada konsep tersebut dengan membawa konsep pembangunan kesehatan keluarga dalam rangka eliminasi penyakit dan pemeliharaan kesehatan secara komprehensif. Fokus permasalahan selama ini masih tertumpu pada konsep kuratif, sedangkan preventif dan rehabilitatif masih dikesampingkan. Bapel Jamkesos DIY secara komprehensif melaksanakan program jaminan kesehatan preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Fokus preventif dan rehabilitatif dikembangkan melalui Posbindu Jamkesus dan PTM serta Homecare.

Posbindu di DIY berbeda dengan pelaksanaan Posbindu di daerah lain dikarenakan adanya pembiayaan tenaga medis (dokter) dalam pelaksanaan dimana kelompok sasaran adalah kelompok sehat. Tujuan utama adalah mencegah terjadinya penyakit dengan menemukan sedini mungkin gejala dan risiko penyakit degeneratif.

Pembiayaan Jaminan Kesehatan pada Posbindu hanya terfokus pada konteks preventif. Ketika memasuki ranah kuratif, maka pembiayaan akan kembali ke Jaminan Kesehatan yang dimiliki. Puskesmas yang dihadirkan saat ini merupakan Puskesmas pilihan yang telah memiliki binaan kelompok Posbindu. Namun, pelaksanaan akan dikembalikan kepada kebijakan Kabupaten / Kota. Dukungan pembiayaan jaminan kesehatan diharapkan menjadi pemicu agar kelompok binaan tetap sustainable, sehingga pembangunan kesehatan DIY benar – benar terwujud secara komprehensif.

Sebagai contohnya, pada tanggal 18 Mei 2017 telah dilaksanakan pengukuhan pengurus Posbindu Disabilitas di Kecamatan Turi Sleman. Bapel Jamkesos mendapat kesempatan untuk menghadiri dan memberikan pengarahan terkait Posbindu Disabilitas yang akan dikembangkan di wilayah kecamatan Turi tersebut. Bapel Jamkesos sangat mendukung keberlangsungan Posbindu yang akan berjalan tersebut. Dengan tiga prinsip utama Posbindu yaitu Anggota yang berjumlah minimal 20 orang, Kemandirian, dan pencatatan yang sistematis dan berkala. Dokter keluarga Jamkesos dapat hadir dalam kunjungan ke Posbindu setiap 3 bulan sekali. Bagi pasien disabilitas yang kesulitan menjangkau layanan kesehatan, dokter akan mendatangi rumah pasien tersebut (pra homecare).


Dokumen :

Sumber: Jamkesos (Ptr,gs)

Balai Penyelenggara Jaminan Kesehatan Sosial (Bapel Jamkesos)  Daerah  Istimewa  Yogyakarta  adalah Unit Pelaksana  Teknis  Dinas Kesehatan  Daerah  Istimewa Yogyakarta  (DIY)  yang  bertugas menyelenggarakan kegiatan jaminan kesehatan bagi  masyarakat  DIY.

STATISTIK PENGUNJUNG

Hari Ini15
Kemarin63
Bulan Ini1230
Total13699