Halaman Detail Berita

PELATIHAN REHABILITASI MEDIK DASAR BAGI DOKTER FKTP DI DIY
Kamis, 06 Juli 2017    Berita

Akhir tahun 2016, Bapel Jamkesos telah mendapatkan hibah dari WHO Indonesia. Hibah tersebut merupakan tindak lanjut dari dukungan WHO Geneva, WHO Indonesia, Kemenkes, Kemensos UCP Wheel dan berbagai lembaga nasional maupun internasional atas prakarsa pengembangan layanan bagi penyandang disabilitas di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Beberapa program pengembangan yang diajukan oleh Bapel Jamkesos bertujuan untuk meningkatkan sistem pelayanan Jaminan Kesehatan Khusus Disabilitas (Jamkesus Disabilitas) yang telah dikembangkan oleh Pemda DIY. Salah satu program yang diajukan adalah pelatihan Rehabilitas Medik dasar (Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi / KFR Dasar) untuk dokter di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Program pelatihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dokter di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) berkaitan dengan pelayanan untuk pasien penyandang disabilitas di masyarakat yang cenderung memiliki beberapa hambatan dalam memperoleh pelayanan kesehatan.

Pelatihan Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi (KFR) Dasar untuk dokter di FKTP ini merupakan yang pertama kali di Indonesia. Modul Pelatihan disusun oleh Bapel Jamkesos DIY utamanya mengacu kepada buku pedoman yang diterbitkan oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik Indonesia (Perdosri) dan hasil Review Utilisasi Pelayanan Jamkesus Disabilitas oleh Bapel Jamkesos selama tahun 2015 - 2016 di DIY. Sementara untuk kurikulum pelatihan telah disusun oleh Tim Penyusun Kurikulum Pelatihan KFR Dasar yang terdiri dari para Dokter Spesialis KFR di DIY bersama tim Medik Bapel Jamkesos.

Adapun untuk pelaksanaan kegiatan pelatihan, Bapel Jamkesos telah menjalin kejasama dengan berbagai pihak meliputi :

  1. Tim Gabungan Dokter Spesialis KFR DIY 
  2. Ikatan Dokter Indonesia DIY 
  3. Balai Rehabilitasi Penyandang Disabilitas Terpadu Dinas Sosial DIY 
  4. Balai Pelatihan Kesehatan Dinas Kesehatan DIY. 
  5. YAKKUM Yogyakarta 
  6. UCP-RUK Yogyakarta 
  7. Rotary Club Tugu Yogyakarta
  8. Organisasi Penyandang Disabilitas (OPD)
  9. Pengelola Layanan Jamkesus Disabilitas Terpadu (Difabel Person Outreach Service) 

Pelatihan ini mendapatkan akreditasi / sertifikasi dari Kemenkes melalui DInas Kesehatan DIY dengan bobot 3 SKP dan akreditasi / sertifikasi dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) DIY dengan mendapatkan bobot 12 SKP .

Kegiatan pelatihan tersebut diikuti oleh 40 dokter yang tersebar di 5 kabupaten/kota DIY. Serangkaian acara pelatihan KFR terdiri dari materi in class yang diselenggarakan di salah satu hotel ternama di Yogyakarta selama 3 hari, dilanjutkan dengan praktik pelayanan Jamkesus di Balai Rehabilitasi Penyandang Disabilitas Terpadu (BRTPD) Pundong dan praktik pelayanan di unit layanan penjangkauan (Outreach) Jamkesus Disabilitas Terpadu di Balai Desa Tirtomartani Kalasan Sleman.

Selain praktek medik dilaksanakan pula praktek field trip ke worksho layanana alat bantu fungsional. Lokasi praktek adalah workshop mitra alat bantu UCP Roda untuk Kemanusiaan dan Pusat Rehabilitasi YAKKUM untuk belajar mengenai manajemen layanan alat bantu dan proses pembuatan bantu dalam kesempatan ini adalah alat bantu Kursi Roda dan Ortosis Prostesis.

Acara pelatihan KFR untuk dokter di FKTP ditutup dengan evaluasi kegiatan pelatihan. Seluruh peserta dinyatakan lulus dalam pelatihan ini. Antusiasme peserta dalam mengikuti pelatihan KFR Dasar untuk dokter di FKTP ini cukup tinggi. Salah satu peserta mengungkapkan bahwa pelatihan dengan metode seperti ini tidak membosankan. Materi yang dipaparkan dalam pelatihan juga sesuai dengan kasus-kasus yang sering terjadi di FKTP. Beberapa peserta mengharapkan untuk diadakan pelatihan lanjutan dengan materi yang lebih advance.

Secara bertahap hasil pelatihan ini akan diimplementasikan oleh peserta di FKTP tempat bekerja. Sedangkan untuk kelengkapan sarana dan prasarana penunjang pemeriksaan penyandang disabilitas telah masuk dalam agenda Seksi Pelayanan Kesehatan Dasar Dinas Kesehatan DIY untuk kepentingan pengadaaan sarana dan prasarana.

Model pelatihan pelayanan kesehatan untuk penyandang disabilitas yang pertama di Indonesia ini memiliki kelebihan yang unik karena memiliki tempat praktek yang sangat beragam meliputi praktek di lingkungan pelayanan kesehatan reguler (BRTPD dan Puskesmas), pelayanan penjangkauan (Jamkesus Disabilitas Terpadu), workshop ortosis prostesis dan workshop kursi roda . Dalam setiap sesi pembelajaran juga dihadirkan Probandus dari beragam jenis disabilitas yang menjadi perhatian. Pendekatan kepada kondisi pelayanan keseharian menjadikan pelatihan ini sangat familiar dengan keseharian Dokter FKTP saat ini.

Pelatihan Rehabilitas Medik Dasar bagi Dokter FKTP di DIY ini sangat berpotensi untuk dijadikan sebagai Pusat Kediklatan layanan kesehatan bagi penyandang disabilitas di Indonesia. Diklat yang terakreditasi, potensi Bapelkes yang terakreditasi, BRTPD dengan segala fasilitasnya, workshop berbagai jenis alat bantu, tempat praktek penjangkauan / outreach serta jaringan organisasi penyandang disabilitas yang kuat menjadikan DIY sebagai tempat yang tepat.

Dukungan Kementrian Kesehatan untuk menjadikan DIY sebagai Pusat Kediklatan dimaksud saat ini tentunya akan mempercepat realisasi tersebut dengan harapan bahwa pengembangan layanan kepada penyandang disabilitas di seluruh Indonesia dapat lebih meningkat khususnya di layanan kesehatan dasar. 

Terimakasih 


Dokumen :

Sumber: Jamkesos (mi,gs)

Balai Penyelenggara Jaminan Kesehatan Sosial (Bapel Jamkesos)  Daerah  Istimewa  Yogyakarta  adalah Unit Pelaksana  Teknis  Dinas Kesehatan  Daerah  Istimewa Yogyakarta  (DIY)  yang  bertugas menyelenggarakan kegiatan jaminan kesehatan bagi  masyarakat  DIY.

STATISTIK PENGUNJUNG

Hari Ini8
Kemarin51
Bulan Ini704
Total7747