Halaman Detail Berita

INDEKS LAYANAN PENJAMINAN BEPAL JAMKESOS 2017
Kamis, 06 Juli 2017    Berita

Kajian Index Layanan Penjaminan menggunakan 18 indikator yang disusun dengan acuan utama Peraturan Menpan Nomor 16 tahun 2014 tentang indeks layanan masyarakat. Indikator ditambahkan dengan beberapa indikator dari instrument kajian survey kepuasan Bapel Jamkesos dan instrumen kajian ilmiah lainnya. Menggunakan metode survey dan dilaksanakan di lokasi pelayanan kepada sejumlah 424 responden pengguna layanan penjaminan sesaat setelah selesai memperoleh pelayanan. Pengambilan data dilakukan selama satu bulan di hari-hari pelayanan dengan pengambilan sampel acak. Total kajian hingga penyusunan laporan membutuhkan waktu 3 bulan.

Dari hasil kajian survey memperlihatkan bahwa hampir seluruh indikator kepuasan mendapatkan nilai yang sangat baik dari pengguna layanan. Dari ke-18 indikator yang digunakan sebanyak 14 indikator memperoleh nilai hampir sempurna (>90%).

Kesimpulan dari gambaran secara keseluruhan menunjukkan bahwa indikator-indikator yang masuk dalam jenis pelayanan penjaminan mendapatkan nilai yang sangat baik. Meskipun banyak indikator kepuasan pengguna layanan penjaminan yang mendapatkan nilai sangat baik namun terdapat sejumlah 4 indikator yang masih mendapatkan nilai yang masih memerlukan perbaikan:

1. Lokasi dan akses 

a. Lokasi Pelayanan Penjaminan : 59,3% masyarakat setuju pelayanan jauh

b. Akses ke lokasi pelayanan : 16,7% masyarakat setuju akses ke lokasi tidak mudah

2. Pengaduan

a. Cara pengaduan : 24,7% masyarakat tidak mengetahui tata cara pengaduan.

b. Kotak pengaduan : 15,5% masyarakat menilai kotak pengaduan tidak mudah diakses.

Dari gambaran mapping, jarak terjauh yang ditempuh masyarakat untuk mendapatkan jaminan dapat mencapai 80 kilometer dengan waktu tempuh bisa mencapai 8-10 jam pergi pulang. Wilayah denaggn jangkauan terjauh adalah dari wilayah Kabupaten Gunungkidul sebagai contoh wilayah Rongkop dan Girisubo yang membutuhkan waktu perjalanan kendaraan umum sekitar 4-5 jam sekali jalan atau 3 jam kendaraan pribadi. Meskipun relatif lebih dekat dibandingkadn dengan Rongkop dan Girisubo, masyarakat di wilayah pegunungan seribu di kabupaten Kulonprogo membutuhkan waktu yang hampir sama dengan masyarakat Girisubo dan Rongkop untuk menuju ke Kantor Jamkesos. Jika harus juga mengurus ke dinas sosial dan rumah sakit maka dipastikan waktu yang dibutuhkan adalah antara 2-4 hari.

Keluhan masyarakat terbanyak dialami oleh masyarakat Gunungkidul, Kulonprogo dan Bantul yang merupakan daerah dengan jarak akses terjauh. Bahkan keluhan masyarakat pengguna layanan Bapel Jamkesos dari Kabupaten Gunungkidul dan Kabupaten Kulonprogo yang mengeluh mencapai angka lebih dari 75%. Di sisi lain telah berkembang pula praktek-praktek buruk dengan munculnya calo-calo Jamkesos khususnya di Kabupaten Gunungkidul, Kulonprogo dan Bantul. Dengan demikian dana masyarakat miskin yang telah diberikan kepada calo.

Wacana Jamkesos Center pernah diajukan di tahun 2015 namun belum mendapat persetujuan sehingga belum dapat diimplementasikan. Beberapa komplain dan bukti hasil survey telah disampaikan namun belum memberikan hasil. Pengajuan di tahun berikutnya juga mengalami kendala yang sama yaitu belum menjadi prioritas.

Pengaduan masyarakat juga menjadi indikator yang relatif mendapatkan penilaian kurang dari masyarakat pengguna layanan penjaminan di Bapel Jamkesos DIY. Sebanyak 24,7% pengguna layanan menyampaikan tidak mengetahui bagaimana tatacara untuk dapat memberikan / menyampaikan pengaduan atau saran kepada Bapel Jamkesos. Sebanyak 15,5% menyampaikan kotak surat pengaduan tidak mudah diakses.

Pengelolaan pengaduan danpenyelesaian pengaduan masyarakat merupakan ketugasan wajib yang bahkan telah masuk dalam salah satu aitem tugas di lingkungan Bapel Jamkesos. Hal ini terkait dengan ketugasan layanan publik yang diemban oleh unit instansi ini. Belum tersedianya perangkat penjelasan baik secara verbal maupun tertulis dan kajian penempatan yang lebih familiar dan memungkinkan bagi pengunjung perlu untuk segera dapat dilaksanakan.

 

Tim Jamkesos (gs)


Dokumen :

Sumber: Jamkesos (gs)

Balai Penyelenggara Jaminan Kesehatan Sosial (Bapel Jamkesos)  Daerah  Istimewa  Yogyakarta  adalah Unit Pelaksana  Teknis  Dinas Kesehatan  Daerah  Istimewa Yogyakarta  (DIY)  yang  bertugas menyelenggarakan kegiatan jaminan kesehatan bagi  masyarakat  DIY.

STATISTIK PENGUNJUNG

Hari Ini2
Kemarin51
Bulan Ini723
Total16234