Halaman Detail Berita

Aksesibilitas Kesehatan Jiwa dalam Layanan Jaminan Penyangga 2016-2019
Sabtu, 14 Maret 2020    Berita

Permasalahan kesehatan jiwa di DIY mejnadi salah satu sorotan dalam beberapa tahun terakhir terkait dengan hasil Riset Kesehatan dasar yang menempatkan provinsi ini menjadi salah satu yang tertinggi nasional. Masalah kesehatan jiwa adalah permasalahan yang sangat kompleks dan terikat erat dengan permasalahan sosial.

Jaminan Penyangga memiliki program yang didedikasikan untuk pemberian bantuan pembiayaan dalam pelayanan kesehatan kepada masyarakat miskin DIY yang menjadi penderita permasalahan kesehatan jiwa. Penduduk dalam hal ini tidak terbatas kepada penduduk ber-KTP DIY namun juga diperluas kepada masyarakat penyandang permasalahan kesejahteraan sosial (PMKS) seperti gelandangan , pengemis, penghuni panti, orang terlantar dan sejenisnya.

Selama kurun waktu 2016 -2019 jumlah penderita permasalahan kesehatan jiwa di Jaminan penyangga Bapel Jamkesos tercatat relatif sangat tinggi. Jumlah toral dalam kurun waktu tersebut mencapai 16.807 kali akses. Akses terlihat meningkat tajam pada kurun waktu 2016 ke 2017, hal ini tidak terlepas dari program Jaminan Penyangga bagi penyandang kesehatan jiwa yang baru dimulai di triwulan ke – 3 tahun 2016 dengan diluncurkannya Pergub 63 tahun 2016 tentang  Sistem Jaminan Kesehatan Semesta.

Akses yang sangat tinggi dipengaruhi oleh keberadaan camp assesment dan panti-panti sosial yang cukup banyak di DIY. “Memanusiakan Manusia” yang menjadi salah konsep yang dikembangkan menjadi salah satu hal yang ikut berperan dalam pemberian pelayanan kepada kelompok ini. Kelompok ini sangat rentan untuk tidak memperoleh layanan Jaminan JKN saat membutuhkan karena berbagai keterbatasan individual yang dimiliki dan permasalahan sosial yang seringkali melekat pada lingkungan penderitanya.

Dalam perkembangannya terjadi penurunan secara gradual dari tahun 2017 hingga tahun 2019. Penurunan ini masih dikaji lebih lanjut penyebabnya namun diharapkan menjadi sebuah preseden bagus terkait dengan berbagai upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah DIY, Kabupaten Kota dan berbagai elemen masyarakat dan profesi di kurun waktu tersebut. Naun pembuktian lebih dalam perlu untuk dilakukan. 

Meninjau dari kelompok besar kategori kesehatan jiwa yang uncul dalam data akses jaminan penyangga terlihat bahwa F20 menjadi yang paling dominan dibandingkan dengan yang lain. Kelompok ini terlihat meningkatkan pada tahun 2017-2018 namun kembali menurun di tahun 2019. Sementara untuk kasus epilepsi dan dan retardasi mental juga terlihat pola yang sama cenderung menurun di tiga tahun terakhir. Khusus kasus epresi penurunan baru terjadi di tahun 2019.

BY.A


Dokumen : Download 1 Download 2

Sumber: MATA SUPER KPJ 2020